JAKARTAXPRES – Ada momen dalam perjalanan spiritual ketika doa tidak lagi diucapkan dengan lirih, melainkan dengan suara yang tegas dan penuh keyakinan. Dari titik itulah Masrah melahirkan single religi terbarunya, Jangan Biarkan Aku Menyerah—sebuah karya yang menempatkan iman sebagai sumber daya untuk bertahan, bukan sekadar tempat berkeluh kesah.
Berbeda dari kebanyakan lagu religi yang mengajak pendengar tenggelam dalam suasana sendu, Masrah justru menawarkan sudut pandang lain: spiritualitas sebagai ruang penguatan diri. Lagu ini berbicara tentang puasa sebagai latihan mental dan emosional—tentang menahan reaksi, merapikan luka lama, dan belajar ikhlas pada hal-hal yang tak bisa dipaksakan.
Pilihan musikal menjadi penanda paling jelas dari keberanian tersebut. Bersama Harry Toledo, Masrah membangun lagu ini dengan tangga nada mayor. Hasilnya bukan hanya terasa lebih terang, tetapi juga memberi kesan stabil dan menguatkan. Seolah lagu ini tidak sedang meratap, melainkan menggenggam tangan pendengarnya dan berkata: bertahanlah.

