Beranda / Politik / “Mau Kemana?” Menguliti Arah Demokrasi Jawa Barat: Suara Buruh, Pemuda, dan Perlawanan terhadap Korupsi

“Mau Kemana?” Menguliti Arah Demokrasi Jawa Barat: Suara Buruh, Pemuda, dan Perlawanan terhadap Korupsi

JakartaXpres — Di tengah menurunnya kepercayaan publik dan menguatnya pragmatisme politik, program dialog publik “Mau Kemana?” hadir sebagai ruang kritik yang berani dengan mengangkat tema “Arah Demokrasi Jawa Barat.” Program ini mempertanyakan secara terbuka: apakah demokrasi di Jawa Barat masih berpihak pada rakyat, atau justru tersandera kepentingan elite.

Narasumber utama, Kang Yadi Suryadi, menyampaikan pandangan tegas dan tanpa basa-basi. Sebagai Ketua Aliansi Pemuda-Pemudi Anti Korupsi, Ketua Serikat Buruh Nasional Indonesia Jawa Barat, dan Ketua Harian Yayasan GANN Jawa Barat, Kang Yadi menilai demokrasi hari ini terlalu sering berhenti pada prosedur, namun gagal menghadirkan keadilan substantif bagi masyarakat.

“Demokrasi tidak boleh hanya hidup saat pemilu. Jika buruh, pemuda, dan masyarakat kecil terus disisihkan dari pengambilan keputusan, maka demokrasi sedang bermasalah,” tegasnya dalam diskusi.

Ia juga menyoroti minimnya ruang partisipasi publik yang nyata, maraknya politik transaksional, serta bahaya normalisasi korupsi yang perlahan merusak sendi demokrasi. Menurut Kang Yadi, tanpa keberanian melawan korupsi dan ketimpangan, demokrasi hanya akan menjadi slogan kosong.

Program ini dipandu oleh Ine Afra, Music Director Radio MGT Bandung, yang mengarahkan dialog secara kritis dan lugas, memastikan diskusi tetap tajam sekaligus membumi. Pertanyaan-pertanyaan reflektif yang diajukan membuka ruang bagi publik untuk menilai ulang posisi mereka dalam demokrasi.

Isu media sosial dan ruang digital juga menjadi perhatian. Kang Yadi mengingatkan bahwa derasnya arus informasi tidak selalu berbanding lurus dengan kualitas demokrasi. Hoaks, polarisasi, dan politik identitas dinilai berpotensi memperlemah nalar publik jika tidak diimbangi literasi politik yang memadai.

Program “Mau Kemana?” disiarkan secara live di kanal YouTube Suara Hukum Online setiap Rabu pukul 20.00 WIB, dan diharapkan menjadi ruang kontrol sosial sekaligus pengingat bahwa demokrasi tidak akan bergerak maju tanpa keterlibatan aktif masyarakat.

“Jika rakyat diam, demokrasi akan ditentukan oleh segelintir orang,” pungkas Kang Yadi — sebuah peringatan keras tentang masa depan demokrasi Jawa Barat.***

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *