Sal Priadi Masuk Dunia Horor Industri, OST Monster Pabrik Rambut Jadi Suara Kegelisahan Para Pekerja

JAKARTA EXPRES | Sal Priadi kembali mencuri perhatian publik, namun kali ini bukan lewat lagu cinta yang melankolis. Penyanyi sekaligus penulis lagu yang dikenal lewat karya-karya emosional itu kini hadir dengan pendekatan baru lewat lagu “Kepala, Pundak, Kerja Lagi”, soundtrack film Monster Pabrik Rambut yang mengangkat isu overwork dan tekanan hidup pekerja.

Perubahan warna musik Sal langsung terasa. Jika sebelumnya ia banyak berbicara tentang hubungan personal dan patah hati, kini ia justru menyoroti rutinitas kerja yang melelahkan. Lagu tersebut memotret kehidupan para pekerja yang terus bergerak tanpa jeda, sampai kehilangan waktu untuk diri sendiri.

Nuansa lagu dibuat gelap dan repetitif, seperti menggambarkan mesin yang terus berjalan tanpa henti. Bahkan judulnya sendiri terasa seperti sindiran terhadap siklus hidup pekerja modern: bangun, bekerja, pulang, lalu mengulang semuanya lagi keesokan hari.

Sal mengaku tema film yang dekat dengan realitas sehari-hari membuat proses penulisan lagu berjalan lebih natural. Ia menangkap keresahan tentang budaya lembur yang kini dianggap lumrah di banyak lingkungan kerja.

Yang membuat proyek ini semakin menarik, proses penulisannya dilakukan langsung di lokasi syuting film. Bagi Sal, pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang belum pernah ia lakukan sebelumnya. Atmosfer set produksi ikut membentuk emosi lagu hingga akhirnya terdengar seperti seruan kolektif bagi para pekerja yang hidup dalam tekanan.

Untuk membangun karakter musik yang berbeda, Sal juga menggandeng produser elektronik Attila Syah. Kolaborasi itu menghasilkan warna audio yang lebih industrial dan penuh ambience mencekam, jauh dari sentuhan hangat khas lagu-lagu romantis Sal sebelumnya.

Respons publik pun cukup besar. Sejak dirilis bertepatan dengan Hari Buruh, video lirik “Kepala, Pundak, Kerja Lagi” telah ditonton jutaan kali di YouTube dan ramai digunakan di media sosial oleh pekerja yang merasa lagu tersebut sangat mewakili keseharian mereka.

Film Monster Pabrik Rambut sendiri menjadi salah satu proyek terbaru Palari Films bersama sutradara Edwin. Film ini menghadirkan perpaduan horor supernatural dan kritik sosial tentang eksploitasi pekerja.

Ceritanya mengikuti Putri yang mencoba mengungkap misteri kematian ibunya setelah bekerja tanpa tidur di sebuah pabrik rambut. Bersama sang adik, ia menemukan teror yang perlahan mengaburkan batas antara kelelahan fisik dan gangguan supranatural.

Film tersebut dibintangi Rachel Amanda, Lutesha, Iqbaal Ramadhan, Didik Nini Thowok, serta Sal Priadi, dan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026.

Lewat proyek ini, Sal Priadi seperti sedang membuka babak baru dalam perjalanan kreatifnya. Bukan lagi sekadar berbicara soal cinta, tetapi juga tentang tekanan hidup yang diam-diam dirasakan banyak orang setiap hari.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *